Pengalaman beli dan transfer valas

Fuih… ternyata berkesan juga ya pengalaman mau transfer uang SGD ke rekening luar negeri.

Ceritanya mesti transfer uang SGD 4.650 ke rekening Tiger di UOB Singapore cabang Changi Airport. Tapi ga punya rekening SGD disini. Lihat kurs bank notes di web Bank Mandiri 7.389 dan BCA 7352. Lalu telepon ke GMC Dago-Bandung, rate hari ini (14/3/2012) ga bisa diketahui karena lagi updating. Tanya kurs kemarin, kata nya kurs ditutup di 7.305. Wah lebih murah dong ya. Ok, kalau begitu ambil uangnya di Bank Mandiri trus dibawa langsung aja ke GMC untuk ditukar langsung dengan SGD.

Dari rumah, pergi naik motor ke Kantor Keuangan Negara di depan Hotel Preangar, ambil ATM di suami yang lagi ikut seminar Pelaporan Pajak Tahunan Badan di sana. Setelah ambil ATM, lalu ke Bank Mandiri cabang Asia Afrika yang dekat. Ambil tabungan sebesar 35 juta, mesti bawa buku tabungan + ATM, kalau ga ada salah satu ga bakal bisa transaksi. Sedangkan kalau ambil di ATM kalau ga salah dibatasi hanya sampai 25juta per hari.

Sambil bawa uang 35jt langsung cabut ke GMC Dago. Dapat nomor antrian 347 sedangkan saat itu sudah sampai antrian 305. Tapi ternyata ga terlalu lama, 15 menit kemudian nomor 347 dipanggil. Bilang sama cashier-nya kalo mau beli SGD. Saya kira kalau beli banyak bakal dapat diskon, coba nawar eh ga dikasi hehe. Emang udah standarnya segitu katanya. Total bayar 4650 x 7300 = 33.945.000. Wah ratenya lebih murah dari yg kemarin. Bagus lah. Setelah bayar, kita disuruh duduk dulu. Nanti nomornya dipanggil lagi.

Sekitar 15-20 menit kemudian, nomor 347 dipanggil lagi. Kali ini sudah dapat uang SGD-nya dan kembalian rupiah. Ternyata ya, memang rupiah itu dibanding uang SGD terlalu murah. Masa uang yang tadinya 100lembar x Rp. 100.000 x 3 gepok + 100 lembar x Rp. 50.000 x 1 gepok itu hanya berubah menjadi 4 lembar x SGD 1000 + 13 lembar x SGD 50. Yaaah jauh bener hehe. Tapi jadi tipis lah, ga terlalu was was bawa duit segitu pake tas tangan. Beda dengan tadi waktu di jalan antara Bank Mandiri dan GMC, bawaannya was was melulu kalo-kalo dikuntit oleh orang dari belakang. Sering dengar kan kalo orang keluar bank dikuntit lalu dirampok di jalan dengan cara dipepet kendaraannya? … Hiiii amit-amit deh !

Nah, sekarang tinggal transfer-nya nih. Tadi pagi di rumah sudah coba telepon ke call center Bank UOB Buana Pusat (Jkt) di 14008, tanya-tanya sedikit soal transfer/setoran valas. Kata officernya, untuk transaksi valas dibawah dari 75.000 SGD maka akan dibebaskan dari biaya transaksi. Wah bener nih? Kalau saya bukan nasabah UOB, gimana? Bisa kok mba, kata officernya. Betul nih? Yakin? IYA BETUL. Dengan yakinnya si officer menjawab. Percaya dengan kata-kata officer di Call Center Bank UOB Buana itu, setelah dari GMC saya pun pergi ke BEC (Bandung Electronic Center). Rasanya dulu di sini ada cabang UOB Buana tempat bayar kartu kredit suamiku.

Eh ternyata sudah pindah kata pak satpam BEC, ke Dago. Yaaaah balik lagi dong.  Wiissss…

Ternyata UOB Buana udah ganti icon warnanya jadi biru yaaa. Perasaan dulu hijau kaya Bank Bukopin. Jadinya kelewat deh. Begitu masuk bank, langsung bilang ama pak satpam mau transfer valas, jadi langsung disuruh isi formulir setoran/transfer valas. Selesai ngisi formulir langsung menuju teller yang kebetulan sedang kosong. Eh, masa katanya saya ga bisa transaksi disini karena bukan nasabah. WHAT? please deh hari gini masih nolak orang yang mau transfer ke rekening UOB gitu lo… BCA aja untuk setor ke rekening tahapan dia ga peduli mau nasabah mau bukan, pokoknya you simpan uang di ai, ai terima. LAH ini, bukan ambil uang lagiiii. Mau setor bos, mau setor !

Web bank UOB Indonesia : www.uob.co.id / untuk transfer valas : http://www.uob.co.id/personal/jasa-perbankan/kiriman-uang.html

Untung di sebrang Bank UOB Buana ini saya lihat ada bank Mandiri. Langsung deh ane putar haluan. Masuk ke Bank, isi formulir transfer lalu antri depan teller. Ga lama, trus dapat giliran. Mba, kalau ada biaya, bebankan ke saya aja ya, saya bayar cash. Yg ditransfer tetap segitu jangan kurang ! Pesan saya kepada teller. Oh iya bu itu namanya full amount, kata tellernya. Untuk transfer valas biayanya hanya 35ribu saja. Kalau bukan full amount, cukup bayar biaya transfer valas. Tapi si penerima disana akan kena potong biaya administrasi oleh bank sana. Tapi kalau pengen full amount, maka disamping biaya transfer valas ada biaya full amount. Tarifnya kalo valas USD kena 25USD selain USD kena 30USD.

Dan sebaiknya transaksi dilakukan di Bank Mandiri Cabang Utama, kalau BAndung di Jl Surapati, karena ternyata jika transaksi di Kantor Cabang Pembantu akan menginduk ke Kantor Cabang Utama. Dalam hal ini tranksaksi baru akan dijalankan esok harinya di Kantor Cabang Utama setelah dikompile dulu di Kantor Cabang Pembantu.

Total biaya : 35.000 + USD30x9233 =  311.990 rupiah.

Web bank mandiri : www.bankmandiri.co.id  / transfer valas : http://www.bankmandiri.co.id/article/046447431477.asp

Ntar-ntar kalo mau transaksi transfer valas lagi, mau coba via BCA atau jadi nasabah UOB. Biaya transfer valas BCA : biaya telex 50.000 + USD25 untuk full amount. Untuk value today (diterima pada hari yang sama) kena biaya + 50.000.

Web bca : http://www.klikbca.com / biaya transfer valas : http://www.klikbca.com/corporate/ind/rates.html?s=12

Kemarin setelah tanya ke Mr googling, ternyata ada juga bank yang melayani transfer Valas (SWIFT) via internet banking selain cara biasa datang ke kantor cabang. Syaratnya tentu kita sudah menjadi nasabah itu dan memiliki dana yang bisa ditransfer di rekening dan sudah mengajukan fasilitas internet banking. Bank Commonwealth menyediakannya. Biayanya pun cukup murah dibanding bank lain. Hanya, untuk internet banking ini transfer valas SWIFT/TT menggunakan mata uang USD dan AUS saja. Sedangkan kalau transfer ke sesama rekening Bank Commonwealth bisa pakai semua mata uang yang lazim dipakai spt IDR/USD/SGD/JPY/AUS/EUR/HKD

Web Commonwealth bank : www.commbank.co.id /  biaya transfer valas : http://www.commbank.co.id/upublic/mod_home/default_content.aspx?code=pe_feescharges

Tanggal 19Maret2012 => Kantor Cabang Bank Mandiri AsiaAfrika

Dengan bermodalkan pengalaman transfer valas minggu lalu dari Bank Mandiri ke UOB Singapore, maka sayapun menuju Bank Mandiri KC Asia Afrika hari ini. Setelah antri di teller dan dapat bagian, saya langsung dilayani oleh mbak teller. Saya bawa bank notes SGD 2002 hasil beli dari GMC Dago untuk ditransfer hari ini. Kata mba teller, untuk melakukan transaksi ini saya mesti jual SGD tsb ke Bank Mandiri dulu baru saya bisa melakukan transfer valas. What? … tenang-tenang. Trus gimana mba?

Iya nanti SGD ini ditukar dulu ke rupiah dg kurs beli Bank Mandiri lalu baru ditransfer valas. Biaya transfer valas bukan 35 ribu tapi dihitung 0.125% dari nilai valas, ditambah biaya full amount USD30. Begitu bu, kata mba teller

WHAT-WHAT-WHAT !!! ga salah tuh? Kok kemarin di Bank Mandiri Dago cuma 35ribu+USD30 ga pake selisih kurs dan ga pake biaya telex 0.125% dari nilai valas ?? Wah panik deh.

Kalau gitu, saya jual SGD2002 ke sini pakai kurs berapa ? 7290 kata mba teller. Lalu, berapa biaya telex-nya? sekitar 135ribu. Ditambah biaya full amount ? Berapa totalnya saya mesti bayar?

661ribu rupiah.

Heloooooo …. kemarin transfer SGD4.650 kena biaya 35ribu+USD30 setara Rp 312.000, sekarang transfer SGD2.002 kena biaya 661ribu. Ga salah tuh helooooo Bank Mandiri?  -dalam hati-

Iya bu, memang peraturan kami begitu disini.

Lo? kan Bank Mandiri Dago juga sama-sama Bank Mandiri kan? Kok bisa beda jauh?

Iya bu, kalau ibu tidak berkenan ibu silakan datang saja ke Bank Mandiri Dago lagi.

HELOOOOO…. ga salah ngomong tuh teller ? – dalam hati-

Jadi siapa salah ya? huuuu bingung aku. Akhirnya aku batal transaksi dan pulang. Kalau biayanya segitu sih, mending aku transaksi pakai kartu kredit saja untuk bayar. SEBEL !

—————————————————————————————————————————————–

Biaya telex :

Bank Mandiri Rp. 35.000 (di KCP Dago), 0.125% dari nilai valas (di KCU Asia Afrika *bingung kok bisa beda*), sama-sama bawa bank notes lo!

BCA Rp. 50.000 (setor rp trf valas), 0.5% dari nilai valas (setor bank notes valas)

Commonwealth bank Rp. 25.000 (internet), RP. 50.000 (cabang-setor rp trf valas) dan 0.125% Min USD 15 Max USD 100 dari nilai valas (setor bank notes valas)

UOB Indonesia Rp. 80.000

Biaya Full Amount :

Bank Mandiri  USD25 (USD) dan USD30 (non USD)

BCA USD25 untuk semua mata uang

Commonwealth bank USD20

UOB Indonesia USD25

Value Today – dana diterima pada hari yang sama asal transaksi diterima bank sebelum waktu cutt-off

Bank Mandiri  -

BCA Rp.  30.000

Commonwealth bank USD15

UOB Indonesia  – lupa ga nanya hehe…

Noted.

4 responses to this post.

  1. Posted by Devi on 20 Maret 2012 at 6:03 am

    mbak, kenapa nggak pakai money gram? nggak ribet dan biaya nggak mahal..

    Balas

    • Posted by ekarosmi on 20 Maret 2012 at 6:22 am

      Moneygram hanya bisa digunakan untuk kirim uang secara perorangan, tidak ditujukan ke rekening tertentu dan bisa diambil di seluruh agen Moneygram. Sedangkan yang saya lakukan adalah melakukan transfer ke sebuah rekening perusahaan di sebuah bank. Tentu tidak bisa menggunakan moneygram kecuali saya mesti berkoordinasi dulu dengan pihak Tiger disana. Mereka harus bikin surat kuasa pengambilan uang ke salah seorang pegawainya, atau saya melakukan pengiriman uang ke salah seorang pegawainya. Saya kira cukup ribet ya. Saya ga terlalu percaya kalau mesti kirim uang lewat Moneygram dengan menggunakan nama salah seorang pegawainya. Kalau ga nyampe gimana??…
      Saya lihat pun biayanya lebih mahal ya.
      Jika saya lihat dari link ini : http://www.bankmega.com/produk/doc/MoneyGram-Detail%5B1%5D.pdf, biaya transfer valas ke USA diatas 11.250.000 rupiah kena charge RP. 350.000, dan bisa lebih besar jika nilainya lebih besar.
      Jauh lebih murah jika via SWIFT/TT

      Balas

  2. Thank youuuuu ^^
    akhir2 ini sy mmg lg cari2 info ini,pgn mrmbandingkan. Btw sy juga jd penasaran sbtlnya, kalo tdk pake full amount di pihak sana kepotongnya berapa. Apa bisa dicek ya gitu itu..saya coba dan..saya review juga hasiknya :D

    Balas

  3. Haha.. salah satu pengalaman yg menyebalkan dengan Bank Mandiri :D

    Saya juga punya pengalaman yg hampir serupa dengan Bank Mandiri, juga sama tentang Mata Uang SGD.

    Ceritanya, saya mau tukar uang SGD pecahan 10.000 ke dalam Mata Uang IDR.

    Saya bawa ke Bank Mandiri kota ‘A’. Disebutkan juga bahwa itu SGD asli.. tapi mereka tidak berani menerima, karena Mata Uang tersebut dibilang oleh petugas pemeriksanya ‘TERLALU TIPIS’ untuk fisik kertas Pecahan SGD 10.000.

    Lanjut bawa ke Bank Mandiri kota ‘B’, disebutkan juga bahwa SGD tersebut asli.. tapi sekali lagi mereka tidak berani menerima, karena kali ini, oleh petugas Mandiri, disebutkan Mata Uang SGD tersebut fisiknya ‘TERLALU TEBAL’ untuk fisik kertas pecahan SGD 10.000.

    Jadi ingat Sule… “Trus gue harus bilang WOW gitu.?!”

    Ya ampun.. sama-sama Bank Mandiri.. kok rasa-rasanya tidak ada standarisasi dalam hal apapun yah.??
    Atau apakah karena fisik SGD yang saya bawa itu pecahan SGD 10.000 yg emang jarang banget digunakan.?

    Satu lagi pengalaman buruk dengan Mandiri, selain beberapa pengalaman sebelum-sebelumnya yang sudah cukup membuat saya tidak akan mau membuka rekening disana. :)

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: