Family trip Singapore – 2

Akhirnya hari ini ke Universal Studios Singapore. Anak-anak udah ga sabar ingin segera pergi kesana. Tapi disuruh mandi, tetap aja susah. Hehe….

Segera setelah selesai mandi, kita bersiap-siap menuju USS. Dari MRT Clarke Quay kita menuju MRT Harbourfront. Sama seperti rute kemarin. Hanya karena kita belum pada sarapan dan waktu masih menunjukkan pukul 8.30 (USS buka jam 10), maka kamipun istirahat sebentar di Food Republic tepat di depan Sentosa Express yang masih tutup.

Mencoba mencari makanan halal, dan pilih nasi+goreng sosis ayam. Setelah makan, Sentosa Expres juga sudah buka dan masuklah kami kesana. Kali ini langsung menuju Imbiah Station, turun ke platform bawah. Berfoto-foto dulu sepanjang jalan menuju USS.

  

Aih… akhirnya masuk juga ke Universal Studios Singapore setelah menunjukkan tiket USS yang dibeli lewat websitenya beberapa hari sebelum keberangkatan.

 

Tips Memperpanjang Timelimit Airasia

Sudah pernah melakukan booking secara online via http://www.airasia.com ?

Jika sudah, tentu paham bahwa pembayaran tiket yang sudah dibooking bisa dilakukan dengan 3 cara yaitu : dengan kartu kredit, e-voucher dan via KlikBCA.com. Dan untuk melakukan perpanjangan timelimit Airasia ini, sebaiknya anda sudah menjadi member Airasia dan melakukan bookingan dengan keanggotaan Anda.

Kita tidak akan bicara soal pembayaran dengan e-voucher tapi kita akan bahas dua cara pembayaran lainnya.

Pembayaran dengan kartu kredit biasanya mesti langsung dibayar saat itu juga. Dan akan kena yang namanya processing fee sebesar Rp 16.500/setara per orang per way. Jika data kartu kredit yang diinput salah maka sistem Airasia akan meminta kita untuk memasukkan sekali lagi data kartu kredit apakah itu kartu kredit yang tadi kita input ataupun kartu kredit baru. Permintaan itu akan terus muncul selama transaksi pembayaran belum selesai. Akan merepotkan bila ternyata kita belum siap dengan data kartu kredit cadangan.

Nah, ada salah satu keuntungan bila kita menjadi member AirAsia adalah : kita bisa mengabaikan permintaan input data kartu kredit setelah transaksi yang pertama gagal dan bisa mengetahui kapan tepatnya timelimit pembayaran.

Caranya : setelah transaksi dengan kartu kredit pertama gagal, masuk saja ke menu Mengatur Pembelian Saya. Disana akan muncul daftar pembelian tiket kita selama menjadi member Airasia termasuk bookingan yang gagal bayar barusan.

Kalau hanya ingin melihat bookingan tadi dan ingin mengetahui timelimit pembayarannya, klik menu View di sebelah kanan kode booking.Disana akan tercantum kode booking, status booking yang pastinya NEED PAYMENT dan timelimit pembayaran secara GMT (Jadi untuk mengetahui waktu WIB-nya, tambahkan saja 7 ke angka yang tercantum, misal need payment until GMT 08.12 berarti mesti dibayar sebelum WIB 15.12)

Kalau ingin memperpanjang timelimit pembayaran,

klik Modify

dan klik Konfirmasi di sebelah kanan kode booking tanpa melakukan perubahan apapun terhadap bookingan yang ada.

Taraa ! Timelimit bookingan pesawat anda akan bertambah.

Hal ini juga berlaku bila pembayaran dilakukan via klikbca.com. Timelimit pembayaran adalah 2 jam setelah booking dilakukan. Bila ingin memperpanjang timelimit, klik saja Modify dan klik Konfirmasi tanpa melakukan perubahan apapun terhadap bookingan Anda. Niscaya timelimit bertambah untuk 2 jam kedepan. Anda masih memiliki waktu untuk melakukan pembayaran tanpa khawatir bookingan Anda hangus atau harga tiket naik.

Kadangkala tidak selamanya transaksi via klikbca mulus. Kita sudah memasukkan pemilihan pembayaran via klikbca dan sudah memasukkan user ID klikbca dengan benar, tapi ternyata saat kita membuka klikbca dan akan melakukan pembayaran, ternyata kode bookingan kita tidak muncul di menu Pembayaran E-Commerce. Biasanya akan muncul warning message : TIDAK ADA TRANSAKSI ATAU TRANSAKSI ANDA SUDAH KADALUARSA. Padahal kita yakin 100% bahwa kita masih punya timelimit. Solusinya, jangan repot-repot telepon ke Call Center Air Asia di 021-29270999 karena akan disuruh telepon ke HAllo BCA. Tapi jangan juga telepon ke Hallo BCA karena dia akan berargumen secara sistem BCA mereka sudah benar. Jadi daripada dipingpong sana-sini, lebih baik gunakan cara diatas untuk memperpanjang timelimit Anda dan pilih sekali lagi cara pembayaran selain via klikbca.com, misalnya pilih bayar dengan kartu kredit atau gunakan user ID BCA teman/pacar/suami.

Airasia juga menyediakan pembayaran via ATM yaitu ATM BNI dan ATM Bank Permata, tapi … pembelian harus dilakukan via Call Center Airasia/Counter Airasia di Carrefour atau lainnya. Nah ini dia, jika pembelian dilakukan via Call Center AirAsia maka kita akan dikenakan yang namanya booking fee sebesar 60 ribu untuk domestik atau setara 60ribu untuk internasional per orang per way. Jadi kalau pesan tiket pulang pergi, maka akan dikenakan booking fee 120 ribu atau setara. Dan… kita tidak akan dapat tiket harga promo. Kita hanya bisa membeli tiket harga regular. Jadi menurut saya lebih baik lakukan pembelian via online saja.

Jika kita akan membeli tiket kurang dari 48 jam sebelum flight, hanya akan tersedia 2 pilihan pembayaran yaitu via kartu kredit atau e-voucher. Pembayaran via klikbca.com tidak akan bisa dilakukan.

SELAMAT MENCOBA !

Pengalaman beli dan transfer valas

Fuih… ternyata berkesan juga ya pengalaman mau transfer uang SGD ke rekening luar negeri.

Ceritanya mesti transfer uang SGD 4.650 ke rekening Tiger di UOB Singapore cabang Changi Airport. Tapi ga punya rekening SGD disini. Lihat kurs bank notes di web Bank Mandiri 7.389 dan BCA 7352. Lalu telepon ke GMC Dago-Bandung, rate hari ini (14/3/2012) ga bisa diketahui karena lagi updating. Tanya kurs kemarin, kata nya kurs ditutup di 7.305. Wah lebih murah dong ya. Ok, kalau begitu ambil uangnya di Bank Mandiri trus dibawa langsung aja ke GMC untuk ditukar langsung dengan SGD.

Dari rumah, pergi naik motor ke Kantor Keuangan Negara di depan Hotel Preangar, ambil ATM di suami yang lagi ikut seminar Pelaporan Pajak Tahunan Badan di sana. Setelah ambil ATM, lalu ke Bank Mandiri cabang Asia Afrika yang dekat. Ambil tabungan sebesar 35 juta, mesti bawa buku tabungan + ATM, kalau ga ada salah satu ga bakal bisa transaksi. Sedangkan kalau ambil di ATM kalau ga salah dibatasi hanya sampai 25juta per hari.

Sambil bawa uang 35jt langsung cabut ke GMC Dago. Dapat nomor antrian 347 sedangkan saat itu sudah sampai antrian 305. Tapi ternyata ga terlalu lama, 15 menit kemudian nomor 347 dipanggil. Bilang sama cashier-nya kalo mau beli SGD. Saya kira kalau beli banyak bakal dapat diskon, coba nawar eh ga dikasi hehe. Emang udah standarnya segitu katanya. Total bayar 4650 x 7300 = 33.945.000. Wah ratenya lebih murah dari yg kemarin. Bagus lah. Setelah bayar, kita disuruh duduk dulu. Nanti nomornya dipanggil lagi.

Sekitar 15-20 menit kemudian, nomor 347 dipanggil lagi. Kali ini sudah dapat uang SGD-nya dan kembalian rupiah. Ternyata ya, memang rupiah itu dibanding uang SGD terlalu murah. Masa uang yang tadinya 100lembar x Rp. 100.000 x 3 gepok + 100 lembar x Rp. 50.000 x 1 gepok itu hanya berubah menjadi 4 lembar x SGD 1000 + 13 lembar x SGD 50. Yaaah jauh bener hehe. Tapi jadi tipis lah, ga terlalu was was bawa duit segitu pake tas tangan. Beda dengan tadi waktu di jalan antara Bank Mandiri dan GMC, bawaannya was was melulu kalo-kalo dikuntit oleh orang dari belakang. Sering dengar kan kalo orang keluar bank dikuntit lalu dirampok di jalan dengan cara dipepet kendaraannya? … Hiiii amit-amit deh !

Nah, sekarang tinggal transfer-nya nih. Tadi pagi di rumah sudah coba telepon ke call center Bank UOB Buana Pusat (Jkt) di 14008, tanya-tanya sedikit soal transfer/setoran valas. Kata officernya, untuk transaksi valas dibawah dari 75.000 SGD maka akan dibebaskan dari biaya transaksi. Wah bener nih? Kalau saya bukan nasabah UOB, gimana? Bisa kok mba, kata officernya. Betul nih? Yakin? IYA BETUL. Dengan yakinnya si officer menjawab. Percaya dengan kata-kata officer di Call Center Bank UOB Buana itu, setelah dari GMC saya pun pergi ke BEC (Bandung Electronic Center). Rasanya dulu di sini ada cabang UOB Buana tempat bayar kartu kredit suamiku.

Eh ternyata sudah pindah kata pak satpam BEC, ke Dago. Yaaaah balik lagi dong.  Wiissss…

Ternyata UOB Buana udah ganti icon warnanya jadi biru yaaa. Perasaan dulu hijau kaya Bank Bukopin. Jadinya kelewat deh. Begitu masuk bank, langsung bilang ama pak satpam mau transfer valas, jadi langsung disuruh isi formulir setoran/transfer valas. Selesai ngisi formulir langsung menuju teller yang kebetulan sedang kosong. Eh, masa katanya saya ga bisa transaksi disini karena bukan nasabah. WHAT? please deh hari gini masih nolak orang yang mau transfer ke rekening UOB gitu lo… BCA aja untuk setor ke rekening tahapan dia ga peduli mau nasabah mau bukan, pokoknya you simpan uang di ai, ai terima. LAH ini, bukan ambil uang lagiiii. Mau setor bos, mau setor !

Web bank UOB Indonesia : www.uob.co.id / untuk transfer valas : http://www.uob.co.id/personal/jasa-perbankan/kiriman-uang.html

Untung di sebrang Bank UOB Buana ini saya lihat ada bank Mandiri. Langsung deh ane putar haluan. Masuk ke Bank, isi formulir transfer lalu antri depan teller. Ga lama, trus dapat giliran. Mba, kalau ada biaya, bebankan ke saya aja ya, saya bayar cash. Yg ditransfer tetap segitu jangan kurang ! Pesan saya kepada teller. Oh iya bu itu namanya full amount, kata tellernya. Untuk transfer valas biayanya hanya 35ribu saja. Kalau bukan full amount, cukup bayar biaya transfer valas. Tapi si penerima disana akan kena potong biaya administrasi oleh bank sana. Tapi kalau pengen full amount, maka disamping biaya transfer valas ada biaya full amount. Tarifnya kalo valas USD kena 25USD selain USD kena 30USD.

Dan sebaiknya transaksi dilakukan di Bank Mandiri Cabang Utama, kalau BAndung di Jl Surapati, karena ternyata jika transaksi di Kantor Cabang Pembantu akan menginduk ke Kantor Cabang Utama. Dalam hal ini tranksaksi baru akan dijalankan esok harinya di Kantor Cabang Utama setelah dikompile dulu di Kantor Cabang Pembantu.

Total biaya : 35.000 + USD30x9233 =  311.990 rupiah.

Web bank mandiri : www.bankmandiri.co.id  / transfer valas : http://www.bankmandiri.co.id/article/046447431477.asp

Ntar-ntar kalo mau transaksi transfer valas lagi, mau coba via BCA atau jadi nasabah UOB. Biaya transfer valas BCA : biaya telex 50.000 + USD25 untuk full amount. Untuk value today (diterima pada hari yang sama) kena biaya + 50.000.

Web bca : http://www.klikbca.com / biaya transfer valas : http://www.klikbca.com/corporate/ind/rates.html?s=12

Kemarin setelah tanya ke Mr googling, ternyata ada juga bank yang melayani transfer Valas (SWIFT) via internet banking selain cara biasa datang ke kantor cabang. Syaratnya tentu kita sudah menjadi nasabah itu dan memiliki dana yang bisa ditransfer di rekening dan sudah mengajukan fasilitas internet banking. Bank Commonwealth menyediakannya. Biayanya pun cukup murah dibanding bank lain. Hanya, untuk internet banking ini transfer valas SWIFT/TT menggunakan mata uang USD dan AUS saja. Sedangkan kalau transfer ke sesama rekening Bank Commonwealth bisa pakai semua mata uang yang lazim dipakai spt IDR/USD/SGD/JPY/AUS/EUR/HKD

Web Commonwealth bank : www.commbank.co.id /  biaya transfer valas : http://www.commbank.co.id/upublic/mod_home/default_content.aspx?code=pe_feescharges

Tanggal 19Maret2012 => Kantor Cabang Bank Mandiri AsiaAfrika

Dengan bermodalkan pengalaman transfer valas minggu lalu dari Bank Mandiri ke UOB Singapore, maka sayapun menuju Bank Mandiri KC Asia Afrika hari ini. Setelah antri di teller dan dapat bagian, saya langsung dilayani oleh mbak teller. Saya bawa bank notes SGD 2002 hasil beli dari GMC Dago untuk ditransfer hari ini. Kata mba teller, untuk melakukan transaksi ini saya mesti jual SGD tsb ke Bank Mandiri dulu baru saya bisa melakukan transfer valas. What? … tenang-tenang. Trus gimana mba?

Iya nanti SGD ini ditukar dulu ke rupiah dg kurs beli Bank Mandiri lalu baru ditransfer valas. Biaya transfer valas bukan 35 ribu tapi dihitung 0.125% dari nilai valas, ditambah biaya full amount USD30. Begitu bu, kata mba teller

WHAT-WHAT-WHAT !!! ga salah tuh? Kok kemarin di Bank Mandiri Dago cuma 35ribu+USD30 ga pake selisih kurs dan ga pake biaya telex 0.125% dari nilai valas ?? Wah panik deh.

Kalau gitu, saya jual SGD2002 ke sini pakai kurs berapa ? 7290 kata mba teller. Lalu, berapa biaya telex-nya? sekitar 135ribu. Ditambah biaya full amount ? Berapa totalnya saya mesti bayar?

661ribu rupiah.

Heloooooo …. kemarin transfer SGD4.650 kena biaya 35ribu+USD30 setara Rp 312.000, sekarang transfer SGD2.002 kena biaya 661ribu. Ga salah tuh helooooo Bank Mandiri?  -dalam hati-

Iya bu, memang peraturan kami begitu disini.

Lo? kan Bank Mandiri Dago juga sama-sama Bank Mandiri kan? Kok bisa beda jauh?

Iya bu, kalau ibu tidak berkenan ibu silakan datang saja ke Bank Mandiri Dago lagi.

HELOOOOO…. ga salah ngomong tuh teller ? – dalam hati-

Jadi siapa salah ya? huuuu bingung aku. Akhirnya aku batal transaksi dan pulang. Kalau biayanya segitu sih, mending aku transaksi pakai kartu kredit saja untuk bayar. SEBEL !

—————————————————————————————————————————————–

Biaya telex :

Bank Mandiri Rp. 35.000 (di KCP Dago), 0.125% dari nilai valas (di KCU Asia Afrika *bingung kok bisa beda*), sama-sama bawa bank notes lo!

BCA Rp. 50.000 (setor rp trf valas), 0.5% dari nilai valas (setor bank notes valas)

Commonwealth bank Rp. 25.000 (internet), RP. 50.000 (cabang-setor rp trf valas) dan 0.125% Min USD 15 Max USD 100 dari nilai valas (setor bank notes valas)

UOB Indonesia Rp. 80.000

Biaya Full Amount :

Bank Mandiri  USD25 (USD) dan USD30 (non USD)

BCA USD25 untuk semua mata uang

Commonwealth bank USD20

UOB Indonesia USD25

Value Today – dana diterima pada hari yang sama asal transaksi diterima bank sebelum waktu cutt-off

Bank Mandiri  –

BCA Rp.  30.000

Commonwealth bank USD15

UOB Indonesia  – lupa ga nanya hehe…

Noted.

Family trip ke Singapore – 1

Hmm…

Sepertinya agak telat nulis ini, sudah 6 bulan yang lalu. Tapi memori masih menempel nih di kepala. Jadi, gak apa-apa ya kalau dikeluarkan sekarang hehe…

Anak-anak belum pernah keluar negeri. Ketika kemarin saya dan bapak mereka pergi hanya berdua saja ke Singapura dan Malaysia, sebenarnya anak-anak menuntut ingin ikut juga. Jadi kali ini, sudah jauh-jauh hari berburu tiket ke Singapore bersama anak-anak. Akhirnya dapatlah tiket Air Asia Bandung-Singapore pulang-pergi ber-5 hanya Rp. 1.375.000,-. Murah ga??

Persiapan :

Untuk penginapan, kami mau cari yang agak lebih nyaman dan dekat dengan kota. Maklum anak-anak cepat rewel kalau capek. Setelah search di google, lihat website beberapa hotel dan penginapan, dan baca review masing-masing hotel di tripadvisor, akhirnya saya ambil family room di Rucksack Inn 2.

Website : http://www.rucksackinn.com/rucksackinn2_html.html. Lokasinya dekat MTR Clarke Quay, tinggal nyebrang jalan, nyampe deh. Mau ke Clarke Quay, tinggal jalan kaki. MRT Clarke Quay terletak di lantai bawah Mall Central, jadi tidak akan susah untuk cari makan. Ada food court, Burger King. Tempat tidurnya 2 bunk bed (tempat tidur bertingkat). Waktu saya cerita ke anak-anak apakah mereka keberatan tidur di kasur atas, malah mereka senang. Si kecil sangat antusias melihat bakal calon kamarnya.

Hari-H

Susahnya membangunkan anak-anak. Duh, padahal flight-nya ga terlalu pagi (jam 11.05), tapi susahnya minta ampun.  Nyuruh mandi, pakai baju, packing, telepon taxi Bluebird,  dll. Heboh !

Jam 9.15 kami sudah tiba di bandara. Biaya taxi dari Panyileukan ke Bandara 70ribu rupiah tapi kami bayar 80ribu. Masuk bandara dengan menunjukkan boarding pass AirAsia yang diprint setelah web check-in. Kemudian bawaan diperiksa, dan verifikasi dokumen ke counter AirAsia. Karena hanya 3 buah ransel dan tidak ada bagasi, maka tidak ada yang perlu disimpan di counter AA. Setelah itu diberi kartu imigrasi keberangkatan yang mesti diisi. Sebelum mengisi kartu imigrasi, bayar airport tax bandara Husein Sastranegara dulu sebesar 150ribu per orang untuk flight internasional.

Dasarnya anak-anak, baru juga sampai di ruangan boarding, minta jajan snack dan minum lagi. Padahal di imigrasi tadi sudah disuruh ngabisin sebotol air mineral bareng2. Soalnya harga minuman di sini lumayan mahal. Chiki/cheetos seharga 1500 disini harganya 5000. Minuman softdrink yang diluar 5500-6000 disini dihargai 10.000.

Tepat waktu, akhirnya kami terbang menuju Singapore. Di pesawat pun, seperti biasa anak-anak membeli Milo seharga 15ribu. Ah andai Airasia tidak menjual minuman diatas pesawat. Sesampainya di Changi, ternyata menjelang Tahun Baru Imlek Changi pun berhias diri. Kami sempat berfoto bersama depan hiasan Chinese New Year.

Dari terminal 1 lalu naik kereta skytrain ke Terminal 2. Disini lalu masuk imigrasi, antri sebentar lalu keluar mencari MRT station. Antri dulu di mesin tiket MRT.

Dari Changi station, lalu langsung menuju Clarke Quay station. Keluar dari sini, menuju ke lantai atas ternyata kita langsung berada di dalam Central Mall. Untuk menuju Hongkong street tempat hostel berada, kami hanya tinggal menaiki jembatan penyebrangan yang ada di depan Central Mall lalu berjalan kaki sekitar 100m dan sampailah di Rucksack Inn 2. Check-in lancar, kami diminta deposit SGD 20 sebagai jaminan handuk dan kunci.

Kami ditunjukkan kamar quadruple yang ada di lantai 2. Ternyata isinya 2 buah bunk bed. Di foto di web, isinya 1 double bed dan 1 bunk bed. Well it’s ok, it doesn’t matter as long as the price is same hehehe. Kamarnya very clean, ada tv lcd yang kecil, remote tv, channel Astro+ESPN ada, remote AC, handuk 4bh.

Sekarang masih siang, jadi kami mau nonton Songs of The Sea. Dari MRT Clarke Quay kami menuju MRT Harbourfront. Lalu masuk ke Vivo City Mall dan beli SGD 3 untuk naik Sentosa Expres menuju Sentosa Islands.

Kami turun di Beach stasion, lalu membeli tiket Songs Of The Sea seharga SGD10 perorang. Sambil menunggu waktu masuk, kami naik kereta mini gratisan (beach tram) keliling Beach area sepanjang Siloso beach walk. Jika ingin baca petanya, klik sini.

Sekitar jam 17.30 kami pun masuk ke area Song of The Sea. Biasanya untuk nonton ini kita mesti segera blocking tempat duduk di tempat strategis, bagusnya sih di area tengah dan agak depan sedikit. Semakin malam kursi semakin penuh dan akhirnya pertunjukkan pun dimulai.

 Sekitar 45 menit pertunjukkan pun selesai. Bagi anak-anak ini adalah pertunjukkan air dan laser yang pertama mereka tonton, jadi tentulah sangat memukau. Bubar acara, ketika keluar dari area Songs Of The Sea, kami menebus foto bersama yang dishoot saat masuk SOS seharga SGD25.

Anak2 mulai mengeluh lapar. ok. Kalau begitu kita makan di KFC sambil beli egg tart, gimana? SETUJU ! hhaha…

Dari area SOS kami lalu menuju ah apa namanya ya? seperti bangunan baru nih, dulu terakhir kesini belum ada. Dari bawah seperti sebuah istana dengan jalan masuk kecil selebar 1.5-2m yang berliku-liku. Aha, ternyata setelah sampai diatas kita tiba di Merlion Walk, semacam area bermain yang menanjak dan di ujungnya ada patung Merlion yang besar. Lebih besar dari patung Merlion dekat Esplanade.

Di tengah area itu ada sungai kecil buatan. Duh enaknya bisa cuci tangan dan cuci muka disini, habis nonton Songs of The Sea panas banget. Kemudian di belakang patung Merlion juga ada sungai buatan dan air terjun buatan. Duh seger hehehe…

Setelah istirahat sebentar kami menuju Imbiah Terrace yaitu jalan setapak yang melewati jalan Siloso Road Artillery dibawahnya dan menuju Casino/Hotel Michael.  Tapi ya kita ga masuk ke Casino, cuma lewat depan pintu masuknya saja dan sampailah ke Lake of The Dream semacam kolam buatan

Kita lalu jalan melewati Lake of Dreams dan sampailah di depan KFC. Ah akhirnya. Makan2, istirahat dan berfoto-foto. Lalu kami naik ke Beachfront Station dan kembali ke Vivo City. Turun lagi ke lantai terbawah untuk naik MRT dari MRT Harbourfront menuju MRT Clarke Quay. Keluar dari Central Mall, beli burger dulu di Burger King untuk bekal di kamar dan menyebrang jalan untuk kembali ke hotel

Wisata ke Hongkong-Shenzhen-Macau

WAH ! Akhirnya jadi juga  melakukan TRIP kali ini !

Sejak pertengahan tahun 2010 sudah beli tiket promo Air Asia -0- rupiah. Bisa dapat rute Bandung-Kualalumpur ber2 hanya bayar 60.000 saja untuk tgl 13 April 2011. Apalagi kemudian dapat tiket KL-Penang hanya RM22 berdua pula.  :-).

Tapi… tujuan utamanya sebenarnya pengen ke Hongkong-Macau-Shenzhen, seperti apa kata buku Claudia Kaunang. Akhirnya dapatlah tiket Penang-Macau sebesar RM 328 berdua. Berikut rencana bepergian di kota PENANG.

Jadi rute awal saya adalah : BDG-KL-PENANG-MACAU dilanjutkan pulang MACAU-KL-JKT.

PENANG

  Lanjutkan membaca

Wisata Ke Yogyakarta

Sebagai sebuah kota yang masih penuh dengan tradisi, Yogya sangat menarik untuk dikunjungi.

Kebetulan Air Asia sedang promo jalur Jakarta-Yogya dan aku ingin mengajak ayah dan mama yang belum pernah naik pesawat untuk jalan-jalan. Dan Dede Sansan juga karena dia paling kecil dan masih tergantung sama aku, aku ajak dia. Wah senangnya minta ampun.

Aku pergi dari Bandung naik Primajasa menuju Bandara Soekarno-Hatta seharga 75ribu. Janjian ketemu di Terminal 3 dengan ayah dan mama yang berangkat dari Bogor. Enaknya, primajasa menurunkan kami tepat di depan Terminal 3, sehingga langsung bisa ketemu ayah mama yang lagi nunggu di depan. Rupanya ini terminal baru, tempatnya masih bagus, minimalis tapi sepi dan agak kecil dibandingkan terminal 2 atau 1.

 

Suasana Terminal 3

Lanjutkan membaca

Wisata ke Ancol

  • Halo…

Setelah ujian tengah semester, anak-anak menuntut mamanya agar pergi ke Ancol. Ayo! Siapa takut. Tapi ke Ancolnya ke mana nih? Ke DUFAN, Seaworld atau Gelanggang Renang/Atlantis.

Ternyata mereka ingin ke Ancol. Dari Stasiun Cimekar, kami naik kereta api PATAS ke St Bandung. Bayarnya cukup 2.500/orang (sekarang sudah naik jadi Rp. 5.000). Walau murah, tapi kereta PATAS ini masih lebih baik dari kereta kelas ekonomi. Kereta ini tidak berhenti dimana-mana dan langsung menuju St Bandung. Jadi lumayan cepat, sekitar 35-45menit sudah sampai.  Kereta ini lewat di St Cimekar hanya pagi hari pukul 7.45.

Sesampainya di St Bandung kami langsung keluar gerbang dan beli tiket Argo Parahyangan jurusan Bandung-Gambir kelas bisnis 30.000/org (kelas eksekutif 60.000 weekdays 65.000 weekend) dan langsung naik ke gerbong. Tak lama kereta berangkat. Sekarang tiket Argo Parahyangan tidak fixed 30.000 atau 60.000. Kadang-kadang naik 5ribu, kadang turun 5rb. Jadi seperti tiket pesawat terbang, tergantung waktu dan hari keberangkatan. Lihat lebih lengkap dan rinci di website PT. Kereta Api www.kereta-api.co.id . Per hari ini (28/2/2011) :

Lanjutkan membaca