Wisata Kualalumpur hari-3 Bukit Bintang

Sudah waktunya meninggalkan Singapore.

Pagi-pagi jam 5.30 sudah pergi meninggalkan hotel. Eh, tidak ada resepsionis di lobby. Jadi cukup tinggalkan kunci saja di atas meja. Hmm… ternyata sudah ada 2 kunci lain yang disimpan diatas meja. Bye bye The Hive Backpacker. Walau kamarmu kecil dan tidak berjendela, tapi terima kasih sudah menampung saya dengan begitu murahnya.

Jalan kaki sekitar 5 menit menuju MRT Boon Keng, eh ternyata oh ternyata MRT-nya masih dikunci. Terpaksa menunggu deh. Tidak ada kursi lagi. Duduk saja di trotoar. Sambil menunggu, apa yang harus kulakukan…. ah ya. Foto aja lagi didepan tulisan MRT Boon Keng. Ini dia fotonya :

Setelah MRT buka, segeralah kami menuju Bandara Changi. Good bye Singapore. I definitely want to see you again…🙂

Terbang dengan Air Asia menuju Kualalumpur. Hmmm… LCCT ternyata kecil ya hehe. Dibanding Soekarno-Hatta gitu lo. Apalagi kalo dibanding Changi, beda level hehe… Ternyata banyak tempat makanan yang lebih bersahabat disini. Maksudnya yang jual nasi gitchu. McDonald, Marry Brown, KFC ada disini. Tapi kata MR Google nih, ada chicken rice madu yang enak disini. Dan murah ternyata. Namanya Resto Taste of Asia. Nasi+ayam bumbu madu itu hanya 9.9RM. Dengan minum untuk berdua cuma 23RM. Enak, akhirnya ketemu nasi setelah beberapa hari gitu lo…

Tadinya ingin naik kereta KLIA Express yang seharga RM38/org itu, tapi kok nyari bus yang ke KLIA susah bener ya. Sudah menunggu sekitar 30 menit lebih belum kelihatan juga. Atau ada shuttle-nya sendiri dan kami ga nemu? Wah ga tau. Yang jelas bus-nya ga lewat-lewat dan suamiku sudah marah-marah ga jelas hehe. Jadi kami naik bus Aerobus ke KL Sentral seharga RM8. Bayar langsung ama kondekturnya yang stand-by sebelah bus sambil nawar-nawarin tiket.

Turunlah kami di KL Sentral. Sekarang saatnya cari Monorail ke Bukit Bintang karena hotel kami disana. Tapi… sudah bolak-balik ke lantai atas, ke bawah lagi ke tempat turun bus, sampai naik lagi ke lantai atas, tetap ga ketemu tuh yang namanya loket monorail. Tanya ama kondektur bus, eh bilang ga tahu. Tanya ama orang lain yang lewat, bilang no no no. Waks… gimana nih. Mana bawa barang capek banget deh.

Akhirnya kami putuskan ikut rombongan orang-orang yang pada ramai keluar dari KL Sentral. Wah ternyata dari KL Sentral kita mesti keluar dulu, nyebrang ga tahu ke jalan apa tuh namanya, baru deh ketemu itu Stasiun Monorail. Ampuuun lebih susah cari arah disini dibanding Singapore ya, karena ga ada plang petunjuk arah ke sana. Sama dengan Indonesia…

Ini mejeng dulu di depan Monorail yang lewat. Hanya bayar RM2.1, sampailah kami di St Bukit Bintang. Nah, bingung lagi deh sekarang. Keluar dari stasiun, belok kiri atau belok kanan? haha… Pusiiiing… lihat peta juga ga mempan. Setelah turun dari St Bukit Bintang, kami nyebrang lewat jembatan penyebrangan, turun lagi belok kiri terus sampai ke persimpangan jalan. Eh, kok jalannya jadi besar sekali dan kelihatannya tidak ada trotoar untuk tempat jalan. Wah kayanya salah jalan nih. Kami balik lagi ke dekat jembatan penyebrangan lalu masuk ke jalan kecil. Tembu-tembus kok ke Jl Imbi ya. Balik lagi ke St Bukit Bintang. Kali ini kami berbalik ke arah atas jalan karena tadi kami ke arah bawah jalan (jalannya agak menurun).

Diatas jembatan penyebrangan

Eh ketemu Paradiso B&B dan McD. Jalan lagi menyusuri trotoar, akhirnya ketemu lah yang namanya Jalan Berangan itu. Tinggal cari No. 41. Jalannya menurun, suasananya agak sepi krn ini wilayah perumahan, jauh bener dengan keramaian tadi di dekat St Bukit Bintang. Nah ketemu deh itu 41Berangan. Ternyata oh ternyata, kok besarnya seperti ukuran rumah tipe 36 ya hehe… Lebarnya mungkin hanya 7-8meter. Masuk kesana, kami ga ada masalah dengan resepsionis. Bayar dimuka seharga RM100, kami langsung ditunjukkan kamarnya. Ada window tapi ditutupi teralis bambu, kamar mandi di dalam, ga ada lemari pakaian, berAC. Tapi ya lumayan saja untuk kami berdua. Iseng-iseng ngintip dari jendela yang ditutupi teralis bambu.. oooh ternyata letak jendelanya ada di bawah jalan. Kok kaya punya kamar di basement ya, kaya di film-film barat itu, dari jendela kamar langsung kelihatan kaki-kaki orang yang berseliweran di jalan, cuma krn disini ga ada orang yang lewat jadi kami ga lihat kaki-kaki hehe… Pantes ditutupin.

Kamar kami terletak tepat di depan ruang makan. Air minum tersedia disana, mau air panas tinggal colokkan listriknya. Kopi, teh, gula tersedia tinggal diambil. Tapi roti tidak ada walau selainya tersedia di meja. Ternyata roti baru keluar saat sarapan saja. Ngomong-ngomong, kok selama di Singapore dan KL ini, saya ga lihat coklat butir ya? Apakah mereka ga kenal coklat butir ? Kalo kami di Bandung sudah terbiasa dengan Ceres, Tulip atau Safari (merk coklat butir dari yang paling mahal sampai paling murah hehe..).

Bah! Mesti ada yang ekspor coklat butir ke Singapore atau ke Malaysia nih… (kesempatan bisnis nih…..)

Setelah mandi dan istirahat sebentar, kami pun keluar. Ceritanya mau kedepan noh, ke daerah bukit bintang tadi. Tapi di meja resepsionis ada tulisan “Menyediakan tiket Kualalumpur Hop On Hop Off “. Kita sebut aja KL HOHO ya. Seharga Rm38/orang. Mengingat pengalaman tadi dan kondisi kami yang sudah capek, rasanya ga mau deh kalo tersesat lagi. Please No More WALK…. Kami memutuskan untuk beli tiket KL HOHO.

Shuttle terdekat untuk naik bus adalah di Jl. Tengkat Tong Shin. Kata resepsionisnya, keluar dari Berangan, belok kiri trus belok kiri, depan Radius belok kanan. Oh gitu…. Benar, kami sampai juga di jalan tersebut dan ada plang KL HOHO di sana. Sambil nunggu bus lewat, kami foto-foto dulu.

Baru sebentar nunggu, bus-nya sudah datang. Ternyata bus-nya model double decker, berlantai dua, dan di lantai atas dibagi dua yaitu ruangan duduk berAC dan ruangan duduk outdoor. Aha! Ane pengen naik yang lantai atas.

Untuk info lengkap mengenai titik-titik pemberhentian KL HOHO, silakan klik www.myhoponhopoff.com

Kami tidak berhenti di semua titik, hanya di titik-titik tertentu saja, karena tujuan utama adalah Petronas dengan Twin Towernya. Berhenti depan Istana Negara. Setelah sekitar satu jam keliling-keliling, sampailah kami di Petronas. Ternyata susah cari spot foto yang bagus. Ini hasil maksimal yang bisa diambil.

Setelah puas foto-foto, kami lapar. Di sebelah gedung Petronas sebenarnya ada mall Suria KLCC, tapi masa makan di mall lagi?… Bosen ah. Jalan sedikit menyusuri trotoar ke arah KLCC terus jalan sampai menemukan rumah makan yang ada nasi lemaknya. Duh nama restonya apa ya? Bentar.. ah ini dia Restoran Ampang Selera. Sebenarnya sih bukan restoran karena kok rasanya seperti makan di kantin Salman ya, karena modelnya prasmanan dan ayamnya gedeee banget. Yang masak orang India, menunya dipajang diatas tempat makan prasmanan. Saya beli nasi beriyani+ayam madu lagi RM7.5 dan suami makan nasi putih+sayur nangka dengan harga yang sama. Plus aqua kami cuma bayar RM 16.5.

Wah makan disini murah-murah ya. Senangnya hehhe… Setelah kenyang, kami naik KL HOHO lagi. Kali ini turun di Central Market, tempat beli souvenir-souvenir. Disini harganya ga bisa ditawar. Kalau tulisannya segitu ya segitu aja. Jadi cuma beli gantungan kunci. Hehe… bahannya sama persis dengan model gantungan kunci yang di Singapore, cuma beda gambar aja.

Dari sini, inginnya ke Chinatown. Tadi tuh kelewatan pakai KL HOHO. Jadi kami jalan lah ke sana. Disini rame banget, serasa di Dalem Kaum kalo jalannya ditutup saat Lebaran. Kanan-kiri penuh dengan orang yang jualan. Banyak sandal Crocs (palsu kayanya) dijual disini rata-rata 15RM. Tapi ada juga yang agak mahal gimana modelnya. Saya naksir Sandal Crocs model Hello Kitty seharga 25RM untuk Dede Sansan. Saya tawar jadi 15RM gak dikasi hehe.. Ga jadi beli deh.

Dari sini, bingung mau ke bukit bintang lewat mana. KL HOHO hanya melayani sampai jam 7 malam. Jadi sekarang mesti pulang sendiri. Mau naik taxi, takut ketipu. Tapi mau jalan, ga tahu kemana. Tanya orang, katanya mesti naik LRT, ke Stasiun Imbi, dari sana jalan ke Bukit Bintang. Laaaa, dari stasiunnya jalan ke arah mana? Hiks… capek deh, ga tahu jalan. Cuma berbekal secarik peta dari brosur yang ada di KL HOHO. Akhirnya kami naik LRT ke Stasiun imbi, dari sana kami pakai ‘feeling’ aja jalan kearah mana. Eh ternyata di jalan ketemu Melia Kualalumpur, ZON, Lot 10, Berjaya Times Square.

Dan akhirnya kami ketemu lagi dg St Bukit Bintang. Haaaa… akhirnya. Tapi meski capek, pas ketemu daerah Bukit Bintang, semangat muncul lagi. Pengen tahu didalam pusat perbelanjaannya ada apa. Jadi kami masuk kedalam. Tapi toko-toko sudah mulai tutup. Setelah beli 1 kaos untuk adik ipar, kami pun menuju hostel. Mampir dulu ke tempat makan dekat Jl Alor, makan roti caan. Ternyata roti caan itu adalah sejenis martabak yang di’cocol’ dengan bumbu kuning yg suka ada di rumah makan padang. Haha lumayan lah ganjal perut.

Jalan Alor pada malam hari ramai sekali dengan orang yang makan. Secara sepanjang jalan itu jualan makanan semua. Bikin ngiler deh. Tapi ga tertarik makan di sana karena baru masuk kami sudah disuguhi pemandangan pajangan daging babi hehe…

Ini foto perjalanan kami :

ini dia makanan di resto Ampang Selera

Twin Tower

Depan Central Market

Suasana Bukit Bintang malam hari
Depan St Bukit Bintang

Lanjutkan cerita esok hari di halaman berikutnya …

3 responses to this post.

  1. Posted by uchie achti on 14 Mei 2011 at 6:43 am

    seru mbakk…thx yaaaa

    Balas

  2. mbak, mo tanya donk, kalo cuma punya wkt sebentar di kl ..mending ke mana ya? tiba jam 6 sore, besoknya seharian, baru pulang lusa paginya..
    nuhun

    Balas

    • Posted by ekarosmi on 6 Juli 2011 at 11:24 pm

      Yang pasti, mesti lihat Menara Kembar Petronas dan KL Tower karena icon KL. Setelah itu KL Tower, Dataran Merdeka, Masjid Jamek, Bukit Bintang dan Batu Caves adalah spot-spot wisata yang umum didatangi wisatawan.
      Ke Genting juga bisa kok setengah hari. Perjalanan kesana cuma 1 jam, jadi pulang-pergi 2 jam. Disana kalau ga masuk Theme-Parknya, cukup jalan-jalan keliling Indoor Theme Park dan hotel dan casino sekitar 2-3jam. Langsung balik lagi ke KL. Tapi kalau bawa anak-anak ya ga cukup 2-3 jam karena pasti ingin masuk theme parknya baik indoor maupun outdoor.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: