Wisata ke Monas

AHA!

Kapan lagi bisa pergi ke Monas nih? Sudah lama rasanya tidak kesana. Tiap ke GAMBIR, cuma lewat doang. Padahal anak-anak belum pernah pergi kesana. Mereka gembira sekali. Teman-temannya juga hampir sebagian besar belum pernah kesana. Hanya 1-2 orang yang sudah.

Liburan Desember 2010 ini kami sengaja pergi ke rumah nenek di Bogor. Dari Bogor kami naik kereta api Pakuan AC Jurusan Bogor-Kota. Harganya per orang 11ribu. Kereta ini berhenti di Citayam, Depok dan Gambir. Kami turun di Gambir. Dari sini ambil arah melewati resto Hoka-hoka Bento diatasnya, melewati tempat penitipan loker, menuju lahan parkir. Jalan terus sampai menemukan gerbang keluar Gambir yang bersebelahan dengan gerbang masuk lapangan MONAS. Sampailah sudah disana. Ini baru lapangannya ya.

Untuk masuk gerbang lapangan MONAS ini kita tidak dipungut biaya. Dari gerbang kita masuk terus mencari gerbang masuk MONAS. Tandanya adalah ada patung kuda diatasnya dan didepan pintu gerbangnya ada kereta mini parkir disana.

Untuk keliling Monas naik kereta mini dikenakan harga 10ribu per orang. Gerbang masuk MONAS ada di bawah tanah, jadi kita menuruni tangga dulu nanti ketemu loket. Tiket masuknya murah, dewasa 2.500 sedangkan anak 1.000. Dari sini kita masuk ke suatu lorong bawah tanah menuju Museum. Di museum yang berbentuk persegi ini, keempat sisinya banyak memuat diorama-diorama sejarah Indonesia, mulai dari jaman Kutai, Majapahit, penjajahan Belanda, Inggris, Jepang, sampai jaman Orde baru. Saya tidak sempat lihat apakah jaman SBY sekarang sudah dibikinkan diorama disana atau belum ya hehe…

Karena MONAS pada dasarnya berada di kota Jakarta yang super panas, tentu saja ngadem di Museum ini enak sekali. Ada yang duduk-duduk, ada yang tiduran. Dari museum ini kita bisa naik tangga menuju pelataran dan pelataran cawan. Sampai sini kita bisa keliling-keliling dengan tiket masuk yang tadi dibeli.

Untuk naik ke tingkat yang paling atas, itu tuh di api-nya MONAS, mesti bayar lagi dan antre lagi. Yang ini antrenya gila-gilaan. Kebetulan datang ke depan loket sekitar setengah 1 lebih. Eh ada pengumuman yang berbunyi bahwa loket keatas akan ditutup pada jam 1 karena antrian sudah mencapai 3jam. Wah ! Cepat-cepat beli tiket deh, takut keburu tutup. Harga tiket menuju Puncak MONAS adalah dewasa 7.500 dan anak-anak 3.500.

Antriannya puanjanggg sekali. Daripada berpanas-panas, kasihan anak-anak, jadi kami turun lagi ke area Museum sambil menunggu antrian berkurang. Dan antriannya baru berkurang setelah jam 4!. Saat itu antrian tinggal sekitar 10meter panjangnya. Kamipun masuk antrian. Tapi jam 4 ini hampur bersamaan dengan waktu tutupnya MONAS. Kami ini adalah penumpang antrian terakhir yang masuk lift hehe…

Selesai foto-foto diatas sekitar 15-20 menit, kamipun turun ke bawah. Langsung pulang menuju Bogor dengan kenangan tak terlupakan tentang MONAS dan museumnya.

Ini foto-foto kami selama disana :

 

Gambir dilihat dari Monas

Di belakang terdapat pintu masuk pelataran MONAS

 

suasana diorama

 

Suasana dalam museum

Pemandangan dari pelataran cawan

Pemandangan dari pelataran cawan (2)

Antrian pas jam 1. Seperti ular...

Antrian sebelum jam 4

Pemandangan di puncak MONAS

Si Kecil mengintip dari lubang. Katanya itu teropong untuk melihat bintang haha

Si sulung yang ogah difoto. Kalo belakangnya aja, boleh Mah!

Monas di belakang kepala

Mejeng di tangga pelataran

Si kecil main di kereta mini yang lagi nganggur

Sisi menggenggam MONAS

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: