Family trip ke Singapore – 1

Hmm…

Sepertinya agak telat nulis ini, sudah 6 bulan yang lalu. Tapi memori masih menempel nih di kepala. Jadi, gak apa-apa ya kalau dikeluarkan sekarang hehe…

Anak-anak belum pernah keluar negeri. Ketika kemarin saya dan bapak mereka pergi hanya berdua saja ke Singapura dan Malaysia, sebenarnya anak-anak menuntut ingin ikut juga. Jadi kali ini, sudah jauh-jauh hari berburu tiket ke Singapore bersama anak-anak. Akhirnya dapatlah tiket Air Asia Bandung-Singapore pulang-pergi ber-5 hanya Rp. 1.375.000,-. Murah ga??

Persiapan :

Untuk penginapan, kami mau cari yang agak lebih nyaman dan dekat dengan kota. Maklum anak-anak cepat rewel kalau capek. Setelah search di google, lihat website beberapa hotel dan penginapan, dan baca review masing-masing hotel di tripadvisor, akhirnya saya ambil family room di Rucksack Inn 2.

Website : http://www.rucksackinn.com/rucksackinn2_html.html. Lokasinya dekat MTR Clarke Quay, tinggal nyebrang jalan, nyampe deh. Mau ke Clarke Quay, tinggal jalan kaki. MRT Clarke Quay terletak di lantai bawah Mall Central, jadi tidak akan susah untuk cari makan. Ada food court, Burger King. Tempat tidurnya 2 bunk bed (tempat tidur bertingkat). Waktu saya cerita ke anak-anak apakah mereka keberatan tidur di kasur atas, malah mereka senang. Si kecil sangat antusias melihat bakal calon kamarnya.

Hari-H

Susahnya membangunkan anak-anak. Duh, padahal flight-nya ga terlalu pagi (jam 11.05), tapi susahnya minta ampun.  Nyuruh mandi, pakai baju, packing, telepon taxi Bluebird,  dll. Heboh !

Jam 9.15 kami sudah tiba di bandara. Biaya taxi dari Panyileukan ke Bandara 70ribu rupiah tapi kami bayar 80ribu. Masuk bandara dengan menunjukkan boarding pass AirAsia yang diprint setelah web check-in. Kemudian bawaan diperiksa, dan verifikasi dokumen ke counter AirAsia. Karena hanya 3 buah ransel dan tidak ada bagasi, maka tidak ada yang perlu disimpan di counter AA. Setelah itu diberi kartu imigrasi keberangkatan yang mesti diisi. Sebelum mengisi kartu imigrasi, bayar airport tax bandara Husein Sastranegara dulu sebesar 150ribu per orang untuk flight internasional.

Dasarnya anak-anak, baru juga sampai di ruangan boarding, minta jajan snack dan minum lagi. Padahal di imigrasi tadi sudah disuruh ngabisin sebotol air mineral bareng2. Soalnya harga minuman di sini lumayan mahal. Chiki/cheetos seharga 1500 disini harganya 5000. Minuman softdrink yang diluar 5500-6000 disini dihargai 10.000.

Tepat waktu, akhirnya kami terbang menuju Singapore. Di pesawat pun, seperti biasa anak-anak membeli Milo seharga 15ribu. Ah andai Airasia tidak menjual minuman diatas pesawat. Sesampainya di Changi, ternyata menjelang Tahun Baru Imlek Changi pun berhias diri. Kami sempat berfoto bersama depan hiasan Chinese New Year.

Dari terminal 1 lalu naik kereta skytrain ke Terminal 2. Disini lalu masuk imigrasi, antri sebentar lalu keluar mencari MRT station. Antri dulu di mesin tiket MRT.

Dari Changi station, lalu langsung menuju Clarke Quay station. Keluar dari sini, menuju ke lantai atas ternyata kita langsung berada di dalam Central Mall. Untuk menuju Hongkong street tempat hostel berada, kami hanya tinggal menaiki jembatan penyebrangan yang ada di depan Central Mall lalu berjalan kaki sekitar 100m dan sampailah di Rucksack Inn 2. Check-in lancar, kami diminta deposit SGD 20 sebagai jaminan handuk dan kunci.

Kami ditunjukkan kamar quadruple yang ada di lantai 2. Ternyata isinya 2 buah bunk bed. Di foto di web, isinya 1 double bed dan 1 bunk bed. Well it’s ok, it doesn’t matter as long as the price is same hehehe. Kamarnya very clean, ada tv lcd yang kecil, remote tv, channel Astro+ESPN ada, remote AC, handuk 4bh.

Sekarang masih siang, jadi kami mau nonton Songs of The Sea. Dari MRT Clarke Quay kami menuju MRT Harbourfront. Lalu masuk ke Vivo City Mall dan beli SGD 3 untuk naik Sentosa Expres menuju Sentosa Islands.

Kami turun di Beach stasion, lalu membeli tiket Songs Of The Sea seharga SGD10 perorang. Sambil menunggu waktu masuk, kami naik kereta mini gratisan (beach tram) keliling Beach area sepanjang Siloso beach walk. Jika ingin baca petanya, klik sini.

Sekitar jam 17.30 kami pun masuk ke area Song of The Sea. Biasanya untuk nonton ini kita mesti segera blocking tempat duduk di tempat strategis, bagusnya sih di area tengah dan agak depan sedikit. Semakin malam kursi semakin penuh dan akhirnya pertunjukkan pun dimulai.

 Sekitar 45 menit pertunjukkan pun selesai. Bagi anak-anak ini adalah pertunjukkan air dan laser yang pertama mereka tonton, jadi tentulah sangat memukau. Bubar acara, ketika keluar dari area Songs Of The Sea, kami menebus foto bersama yang dishoot saat masuk SOS seharga SGD25.

Anak2 mulai mengeluh lapar. ok. Kalau begitu kita makan di KFC sambil beli egg tart, gimana? SETUJU ! hhaha…

Dari area SOS kami lalu menuju ah apa namanya ya? seperti bangunan baru nih, dulu terakhir kesini belum ada. Dari bawah seperti sebuah istana dengan jalan masuk kecil selebar 1.5-2m yang berliku-liku. Aha, ternyata setelah sampai diatas kita tiba di Merlion Walk, semacam area bermain yang menanjak dan di ujungnya ada patung Merlion yang besar. Lebih besar dari patung Merlion dekat Esplanade.

Di tengah area itu ada sungai kecil buatan. Duh enaknya bisa cuci tangan dan cuci muka disini, habis nonton Songs of The Sea panas banget. Kemudian di belakang patung Merlion juga ada sungai buatan dan air terjun buatan. Duh seger hehehe…

Setelah istirahat sebentar kami menuju Imbiah Terrace yaitu jalan setapak yang melewati jalan Siloso Road Artillery dibawahnya dan menuju Casino/Hotel Michael.  Tapi ya kita ga masuk ke Casino, cuma lewat depan pintu masuknya saja dan sampailah ke Lake of The Dream semacam kolam buatan

Kita lalu jalan melewati Lake of Dreams dan sampailah di depan KFC. Ah akhirnya. Makan2, istirahat dan berfoto-foto. Lalu kami naik ke Beachfront Station dan kembali ke Vivo City. Turun lagi ke lantai terbawah untuk naik MRT dari MRT Harbourfront menuju MRT Clarke Quay. Keluar dari Central Mall, beli burger dulu di Burger King untuk bekal di kamar dan menyebrang jalan untuk kembali ke hotel

4 responses to this post.

  1. Kalo rajin nyari2 tiket murah, ternyata bisa dapet juga ya hehe

    Balas

  2. wah, selamat bisa dapet semurah itu. saya rencana mw ke singapore dr bandung skitar akhir pertengahan januari tp yg termurah adanya batavia 400rb. airasia 410 rb. punya tips and trick biar bs dpt murag gak???

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: